Pada bulan Januari 2013, Chen Zhen Xiang divonis kanker sejak itu dirinya merasa bahwa tidak ada cukup waktu untuk menyiapkan segala hal yang diperlukannya setelah meninggal nanti. Ia juga memiliki seorang putri yang berusia 8 tahun.

Kemudian Chen mencerikan kekhawatirannya itu pada istrinya bahwa putrinya itu tidak akan bisa merasakan kasih sayang seorang ayah. Sejak saat itu mereka diam-diam menyiapkan sesuatu untuk putrinya.

Dari usia 8 tahun sampai 21 tahun nanti, putrinya akan selalu menerima kado istimewa ulang tahun dari sang ayah. Hal itu sudah dipersiapkan sang ayah dalam kondisinya yang terus memburuk.

Semakin hari, Chen makin kurus. Tapi dia tetap mencarikan hadiah yang akan membnuat putrinya senang.

Semakin hari, Chen makin kurus. Tapi dia tetap mencarikan hadiah yang akan membnuat putrinya senang.

Sejak divonis kanker berat badan Chen menyusut hingga 30 kg, dan kesehatannya menurun, namun hal itu tidak membuatnya mundur untuk mencari barang yang akan membuat putrinya senang. Seperti gelang untuk usia 18 tahun, dan sebuah pena yang bertuliskan nama putrinya yang akan diberikan saat lulus universitas nanti.

Beberapa hadiah yang disiapkan Chen| Photo copyright Stomp.com.sg

Beberapa hadiah yang disiapkan Chen| Photo copyright Stomp.com.sg

Selama kemoterapi dan penyakit kanker pankreas yang dialaminya, Chen tetap berusaha kuat di depan putrinya. Dan sang istri sendiri menjadi saksi suaminya yang merasakan bahwa waktu untuk keluarganya terus berkurang.

Pada bulan November lalu, Chen akhirnya meninggal dunia. Dan putrinya sendiri tidak tahu bahwa ayahnya sudah mempersiapkan kejutan yang akan membuat putrinya terharu. Mulia sekali hati sang ayah. Semoga ia diterima di sisi Tuhan dan keinginannya untuk membuat putrinya terus bahagia bisa tercapai.